Thursday, December 28, 2006

EAR piercing

EAR PIERCING

I have 4 ear pierces in my right ear. So far there’s no problem cuz of it until these 2 weeks. It started when I change one of my ear pierce, located in the top of my right ear, with a chain, of course this is a small silver chain, design specially for ear. Nah, rantai itu aku lilitkan dari lubang paling atas di tulang rawan telinga sampai ke lubang no 3. mungkin gara-gara jaraknya terlalu jauh, tu lubang jadi kegesek-gesek. Aku pertamanya ga nyadar kenapa kalo buat bobo sakit bener ya kuping kanan, aku Cuma minta suami nemenin buat beli ear ring baru, dan karena dianya lembur terus aku ya beli-beli, maklum belum punya sim and males naik taxi dewe, masih takut, hehehe..sementara perintah untuk melepas rantai tidak aku patuhi..:))

Nah, at some point sakitnya bener-bener ga tertahankan dan akhirnya diliat sama suami, teryata deket piercingnya tu ada nanahnya, iihhh..discusting.. yowes, akhirnya tak lepas rantaiku, dan the next two days, nanahnya dah mongering. Karena aku takut bekas lukanya itu menutupi piercingku, maka aku kuik2lah daerah situ.

The next two days, Oh My God, ternyata lubang tindikku kali ini yang benar-benar bernanah..hiiiii, tembus dari depan ke belakang.. uuuh..panik aku. Langsung pergi ke klinik aku, dan dikasi obat yang hmmm… kata dokternya untung belum terlambat, kalo gak segera ditangani bisa merambat ke bagian-bagian lain..Emmmoohhh….

MENU hari ini..

Wah, hari ini dimulai dengan pergi ke kantor polisi buat ngurus kelengkapan admiminstrasi untuk apply SIM, di sini

Natal

bukan hari libur nasional, kecuali untuk beberapa kantor seperti kantor suami. Setelah muter-muter seharian, sampailah aku ke my sanctuary.. Kitchen. Activity dimulai dengan masak nasi, trus defrosting udang yang aku beli hari Sabtu. Siapin bumbu untuk tahu goreng krispiku, sambal terasi dan menambah garam pada empal yang sudah kubumbui kemaren.

Cost untuk menu hari ini: beras Rp 3500, udang ¼ kg Rp 27.000, tahu putih 5x10x2cm Rp 7.500, daging 2 ons Rp 10.000, bumbu-bumbu Rp 2500, lalapan Rp 2500, sarden kaleng Rp 7500, es krim stoberi “Nestle” Rp 4000, buah stroberi Rp 3000. Total Rp 70.000 atau QAR 28!! Murah

kan

? (dua kali makan untuk hidup di

Doha

ini maksudnya..)

LUNCH

UDANG REBUS

Rebus udang setelah dibersihkan kotorannya dengan garam dan asam sedikit. Tunggu sampai mendidih dan berubah warna. Angkat dan tiriskan.

TAHU GORENG KRISPI KUNING

Campur tepung beras, terigu, sagu, garam, dan merica. Tambahkan kunyit bubuk. Tahu dicuci bersih dan dipotong-potong dan masukkan ke adonan tepung yang kering. Goreng dengan api kecil sampai matang. Angkat dan tiriskan.

LALAPAN

Cuci bersih kol (gobes), selada dan timun dengan air panas sampai kol layu. Potong-potong.

SAMBAL TERASI

Bawang merah 7, bawang putih 5, tomat 1, lombok merah 2, cabe rawit 4, trasi dan garam. Goreng semuanya, trus blender.

MILK SHAKE STROBERI

Campur es krim stoberi, buah stroberi dan gula sedikir sesuai selera. Blender sampai halus. Tuang di gelas dan sajikan.

DINNER

EMPAL GORENG

Rebus daging sampai empuk. Potong-potong dan gepuklah pelan-pelan. Siapkan bumbunya yang terdiri dari bawang merah, bawang putih @ 3 bh, gula merah sedikir, garam dan ketumbar. Beri air dan blender trus rendam potongan daging ke dalam bumbu. Goreng dengan api kecil jangan terlalu kering karena akan keras.

SARDEN

Bawang merah, putih, cabe dipotong-potong, tumis sampai harum dan masukkan sarden kalengan. Tambahkan gula. Sajikan.

Tuesday, December 26, 2006

RESEP CAPCAY

Bahan Serat :
Wortel 1 bh
Bungkul 1 bh yang kecil
Kol (gobes?) ¼ bh
Sawi 1 ikat
Kapri 1 ons
Jamur smurf ½ kaleng

Bahan Protein :
Dada ayam 1 ons
Ati ayam rebus 3 bh
Udang 1 ons
Sosis ayam 3 bh
Cumi 1 ekor
Kekian 1 bh

Bumbu :
Bawang merah 7 bh
Bawang putih 7 bh
Merica 2 sdt
Gula 2 sdm atau lebih
Garam selera

Penyedap :
Minyak wijen
Bawang pre dirajang
Maizena 2 sdm dilarutkan dengan air

Cara Membuat :
Bahan serat dicuci dan dipotong-potong
Bahan protein juga dipotong-potong
Bumbu diblender
Tumis bumbu sampai wangi, masukkan bawang pre, masukkan bahan protein beri air, tunggu sampai ayam matang.
Masukkan bahan serat, aduk-aduk sampai matang. Karena ini capcay putih, maka ganti manis saos dengan menambahkan gula bila kurang manis.
Masukkan minyak wijen, aduk, tambahkan larutan maizena agar kuahnya kental
Sajikan hangat…

Catatan :
Bahan-bahan untuk capcay ini bisa dikurangi atau ditambah macamnya, misal hanya ada sawi dan ayam it’s still fine.
Bawang pre bisa dirajang halus atau sepanjang 1 cm, sesuai selera

RESEP SAMBAL BAJAK

RESEP SAMBAL BAJAK

Bumbu :
Bawang putih 7 bh
Bawang merah 5 bh
Tomat 1 bh
Cabe merah Indonesia 3 bh
Cabe rawit selera deh..
Trasi ½ sdt
Gula, garam secukupnya
Santan biasa 1 gelas

Cara membuat :
Semua bumbu, kecuali santan diblender aluus.
Tumis sambal dengan minyak sampai wangi dan matang
Pastikan rasanya agak manis, tuangi santan, aduk –aduk sampai santan mengering, angkat.

Catatan :
What I love tentang sambal ini, bisa awet seminggu lebih tanpa dimasukkan kulkas, dan bisa dimodif dengan macam-macam (liat resep ikutan)
Kalau di Doha, cabe merahnya super pedas deh, jadi ya gak bisa kasi banyak-banyak takut sakit perut. Untuk menyiasati warnanya agar merah, aku pake pasta tomat, bukan tomat biasa. Rasanya juga manteb, lebih murah lagi dibanding kalau beli tomat segar.


RESEP IKUTAN SAMBAL BAJAK

Bahan :
Teri medan
Atau ayam yang sudah digoreng setengah matang
Atau daging yang sudah direbus empuk
Atau tahu atau tempe yang sudah digoreng setengah matang
Atau telur rebus

Cara membuat:
Insert salah satu bahan di atas di tengah-tengah menumis sambal, jadi bahan dan sambal matang bareng.
Tuangi santan.
Untuk ayam, daging, atau telur bisa ditambah keprekan laos dan daun salam, untuk aroma aja.
Siap deh..

JERAWAT GAWAT!!!

Kali ini aku mau crita tentang perjuanganku melawan jerawat, yang benar-benar bikin lemah mental dan financial..

Pada dasarnya aku bukan tipe orang yang berjerawat, kecuali saat period. Kalau komedo sih dari dulu emang ada. Nah, tahun 2004 kemaren, ga tau kenapa tiba-tiba mulai ada jerawat bermunculan. Aku mikirnya gara-gara aktifitas kerjaku yang naik turun gunung, ke tambak, ke sawah, ke TPA (landfill), trus masuk ruangan AC. Waktu itu aku kerja di Solid Waste Management Company di Surabaya. Atau gara-gara habis facial di salon ya.. salah kosmetik. Nah sejak saat itu aku mulai rajin nyambangi dokter kulit di Surabaya, karena obat-obatan dan sabun yang dijual bebas dah ga mempan. Banyak larangan yang harus kujauhi, dan tentunya seabrek obat-obatan yang dioles dan diminum. Ada dokter yang rekomen untuk gak makan hampir 30 jenis makanan. Mulai dari gorengan, kacang, coklat, dairy product..etc..etc.. Mbak kosku yang ikut nganterin sampai melongo. Ga ada hasil juga. Bulan Juli aku pindah kerja di Software House. Jerawat makin parah. Bosen ke dokter gantian ke klinik kecantikan.. Waktu itu nyoba “Ntsh”, ga berhasil, mungkin karena ga sabar. Trus ke “LBC”, eh, akhirnya cocok. Alhamdulillah..wajahku kembali mulus seperti dulu kala. Perjuangan tahap I ini sekitar 4 bulan (Juni-Oktober) dengan menghabiskan biaya yang lumayan banyak bagi orang yang bergaji Rp1,5 juta.

Habis itu aku kerja di NGO, balik ke kampong halaman di Jombang. Nah, ternyata aku jerawatan lagi. Kali ini jerawatnya lebih mengerikan. Mulai ke LBC lagi, tapi jadi ga cocok, tambah parah. Trus ke dokter kulit lagi di Kediri, Jombang, Surabaya, habis sampai berjuta-juta. Tanpa hasil juga . Bayangin, jerawatku menggila, tiap hari tumbuh dan bernanah. Pernah sampai 30!! Wajah penuh dengan bintang putih dan merah. Sampai temanku ada yang bilang, ini bukan muka jerawat, tapi jerawat bermuka!! Hik..hik..penuh tekanan, palagi aku mau merit. Deuh, semua teman yang liat pada kasian.Mukaku juelek banget, dah pake kawat gigi, jerawaten. Yang paling ngeri liatnya perias mantenku, dia bilang, kalo bekas jerawat bisa dicover, tapi kalau masih menul-menul ya tetep kelihatan. Hik..hik.. sumpah deh, rasanya depresi banget. Sampai ada temen kerjaku, dia pernah kuliah di Melbourne, nyaranin, coba cuci muka pake air kencing (maaf), saking desperadonya ya aku coba. Tapi tetep gagal.. Saran pake susuk juga ada, tapi gak kujalani.

Pada saat itu beban kerjaan makin tinggi, sering ngadain seminar, workshop, kunjugan ke sekolah-sekolah sampai di pucuk gunung, dengan ketemu beribu orang, dengan pertanyaan yang sama, “wajahnya kenapa?”, “jerawatnya parah banget?”, “dah ke dokter kulit?”, waduh sampai emosi banget rasanya digituin, maluu banget. Pernah pas ke kawinan ada teman njerit liat wajahku, sampai aku hampir nangis. Bener-bener cobaan.. palagi kalo lagi traveling, berangkat dari rumah jerawat kuitung ada 20, sampe di tujuan dah nambah 2, nyampe rumah lagi jadi 23, semua dalam sehari, semua merah dan bernanah. Temen yang suka usil sampai bilang, “udah, facelift aja kaya Lisa..”. Hmm..kalau inget masih nyesek rasanya.

Perjuangan masih berlanjut. Coba akupuntur. Tetep ga berhasil. Sampai tanteku nyaranin ke “Dr. R”, spesialis bedah plastic di Surabaya. Tapi tetep aja gak cocok. (Calon) suami si tetap sabar, menyarankan aku gak patah semangat. Dia masih mau menikah denganku, walau wajahku berubah kaya monster..(so sweet ya..:p ).

Akhirnya suatu hari bosku datang ke Jombang, inspeksi workshop yang sedang aku selenggarain. Trus dia bilang, “aku punya obat oles yang mujarab, di tempatku orang-orang sering make ini sebagai first aid, baik luka terbuka kecil, bisul, atau lainnya. Aku selalu bawa, dan aku pikir kamu harus nyoba dulu”. Nah, waktu itu aku dikasi obatnya yang tinggal separo, TEA TREE OIL dari Thursday Plantation (Thank you Mr. Keogh!!). Oil ini dioles di jerawat dan dicampur air buat cuci muka. Panasnya ya ampuun..lebih panas dari bawang putih yang dioles di kelopak mata kalau pas bisulen. Dan, jerawat berkurang, mulai kering satu persatu. Adek sepupu kemudian nyaranin menguapi muka pake rebusan daun sirih. Juga aku jalani. Jerawat makin berkurang. Trus ada teman kerja bilang, “mbak shanti ini kena guna-guna, ada yang patah hati”. Trus sama dia aku disuruh baca Al Fatihah 140 kali tiap habis sholat, cuci muka pake rebusan merang, dan makan garam yang dia kasi. Ya aku jalani aja, aku pikir hal ini ga bertentangan dengan agamaku, kan aku minta kesembuhannya ke Allah. Trus ada lagi teman yang bawain daun binahong, dioles di jerawat. Yes .. jerawat mulai berkurang.

Trus ada temen yang nyaranin ke Klinik Teta, buat ngeluarin nanah-nanah jerawat biar cepet kering pake bor kecil. Jerawat yang bandel disuntik-suntik juga. Waduh v..rasanya berjuta-juta deh pas alat-alat tajam itu menancap..

Akhirnya pas kawinanku.. jerawat mentul sudah ilang, kawat juga udah copot. Tinggal bekas-bekasnya yang juga mulai menghilang karena juga ikut terapi suntik vitamin C. yang juga tertutup foundation. Semua teman kaget, ga ada yang menyangka dalam 2 bulan mukaku dah mulus. Sampai sekarang aku sudah dibilang sembuh , meski di beberapa tempat ada yang bolong karena ekstraksi jerawat dan bopeng dikit. Jerawat juga kadang masih muncul 1, 2, tapi aku sudah sangat bersyukur dengan kondisiku sekarang. Sekarang Tea tree oilku dah hampir habis, nyoba beli teatree oil dari Bodyshop, tapi gak seampuh Thursday Plantation. Hehehe ..ada yang bisa bantu gak ya.. :p, oztrali jauh banget dari sini..:p

Inti dari ceritaku, maaf kalau salah, penyebab jerawat itu un identified. Berbeda-beda tiap orang. Dari makanan, hormone, cuaca, keadaan fisik.. Segala pengobatan emang wajib dicoba, dan tidak semua obat cocok bagi orang lain. Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya.. apa sebab jerawatku yang menggila kemaren ya.. jangan-jangan karena diguna-guna, hehehehe.. dan jika ada teman yang tiba-tiba berjerawat, jangan terlalu diinterogasi.. sudah malu berjerawat parah tanpa ada yang menanyakan.. ah sudahlah, yang penting nightmare is over. Cayo..cayo..!!

RESEP – RESEP KOE…(BISTIK JAWA)

Hmm.. berhubung di Doha ga ada penjual makanan lewat, dan aku ga ada kerjaan lain selain nyambangi hypermarket dekat rumah, aku akhirnya harus kreatif masak-masak sendiri buat suami tercinta. Resep – resep yang ada download dari internet sih. Sebagian besar berhasil walaupun kadang ada yang “mbleset”, hehehe.. tak lupa resep-resep dari mama dan mertua yang SIP!! Aku kalo bikin masakan ga pernah tak ukur secara pasti jumlah pasti ingredients nya, yang penting imbang dan hati ngerasa sreg, hehehe.. maklum masih amatir. Tapi kalo kita memasak dengan cinta (uhuuuy…!!! – kaya komeng bacanya), dijamin rasanya okeh!! Sebelum kita masak, jangan lupa bahan-bahan dicuci bersih ya, dan usahakan gak usah pake MSG atau micin atau royco atau masako..resep ini dah valid kok.. oh ya, resep-resepkoe ini gampang banget, bagi yang amatir pasti gampang mengikuti, yang sudah ahli apalagi..Selamat Mencoba..

RESEP BISTIK JAWA (ada yang bilang LAPIZ..)

Bahan :

  • Daging Sapi ½ kg
  • Daun Salam sedikit aja
  • Santan kental 1 mug
  • Laos 2 cm
  • Bawang pre (iris-iris) 1 batang

Bumbu :

  • Bawang merah 5 bh
  • Bawang putih 6 bh
  • Kemiri 4 bh
  • Merica bubuk 1 sdm
  • Garam secukupnya
  • Gula sedikit aja
  • Kecap manis secukupnya

Cara masaknya :

  • Daging dipotong-potong tipis seukuran empal. Sisihkan.
  • Bumbu dihaluskan, campur dengan kecap manis, pastikan rasanya jangan terlalu asin.
  • Daging dicampur dengan bumbu, dan bawang pre, diremas-remas tapi jangan terlalu keras, jadi hancur ntar J
  • Panaskan wajan, tata langsung daging yang sudah berbumbu mendatar pada wajan. Hal ini dilakukan agar kalo daging matang gak mlengkung. Bila daging sudah mengeluarkan air dan mengeras, it means sudah boleh diaduk-aduk dan ditambah air.
  • Masukkan daun salam dan laos.
  • Bila daging sudah empuk, pastikan gula dan garam sesuai selera, masukkan santan, aduk-aduk sampai mendidih, dan… sajikan….!!!

Catatan :

  • Mama biasanya pake daging “lulur” biar cepet empuk. Tapi aku ga tau itu bagian apa, hehehe..
  • Kalau aku sih seneng manis ya, jadi kecapnya agak banyakan, warnanya cenderung coklat item gitu,
  • Pernah pas masak tapi aku gak punya kemiri, jadinya kuganti dengan kacang tanah. Rasanya juga enak kok, agak light gitu. Jumlahnya dikira-kira aja, sebanding dengan kemiri, sambil merem-merem juga sah :D